Ide cerita             :Faisal Riza

Pemain                 :Nurul Hayati dan Faisal Riza

Musik                    : Dodi Resmalc

Sutradara            : Dee Asha

Lelaki                    : lelah aku berfikir tentang rancangan qanun itu. Khalwat, Ikhtilat, Zina dan lain-lainnya. Sebenarnya untuk apa melakukan ini semua. Tapi aku yakin ini semua demi kebaikan Aceh tercinta. Ya, Islam satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Tapi entah kenapa, selalu saja rancangan yang kubuat mendapat tantangan yang sulit dari masyarakat. Masyarakat sekarang ini telah terbiasa dengan kekafiran dan lalai dengan nafsu dunia.

Ah, entahlah. Mungkin aku saja yang terlalu serius, tapi… sekali lagi kutekankan bahwa ini adalah itikad baik. Negeri ini semakin tidak jelas. Hal yang paling membuat citra negeri ini merosot adalah penampilan. Coba perhatikan anak-anak remaja sekarang.

Coba simak apa yang kuajukan untuk rancangan qanun ini, akan kurubah pakaian, kelakuan remaja dan masyarakat serta… ah sudahlah, nanti kalau qanun ini diresmikan kalian akan lihat sendiri.

Mungkin, aku akan sejenak beristirahat.(MENYANDARKAN TUBUHNYA) tapi,terkadang aku bertanya sendiri dalam hati, apakah keputusanku sudah tepat?

Sebagian dari mereka membandingkan apa yangg seharusnya orang aceh lakukan dengan syariat Islam… ah, aneh, bagaimana mungkin merumuskan sesuatu konsep tanpa  merujuk pada kekaffahannya… pusing  juga aku, tapi sudahlah waktunyapun terbatas. Atau, aku sarankan saja untuk melakukan study banding ke…(BERFIKIR, KEMUDIAN TERTIDUR, LAMPU PADAM)

II

SEORANG PEREMPUAN DUDUK DISEBUAH KURSI, LELAKI ITU TERBANGUN DAN MEMANDANG BERKELILING.

Lelaki               : Arab Saudi… yah, negeri Arab, bukankah pusat Islam ada di sana ? (TERKEJUT MELIHAT PEREMPUAN)siapa kau ?

Ah, sepertinya aku mengenalmu… busanamu… sesuatu yang lama kami rindukan

Perempuan    : bukankah kami anggun ?

Lelaki               : ya, tentu saja… Cut Nyak?.

Perempuan    : bukankah seharusnya kami (setara) menjadi kebanggaan setiap lelaki yang hidup di atas tanah pusaka ini?

Lelaki               : ya… seharusnya, tapi itulah persoalannya

Perempuan    : bukankah kami selalu di cela, dirajam dan dikejar-kejar sebagai makhluk yang suka pamer aurat ?

Lelaki                : cut Nyak, maafkan saya. Segalanya telah berubah. Gadis-gadis di negeri ini seperti pelacur-pelacur yang berjalan, seandainya mereka mengikuti jejakmu, maka

Perempuan    : munafik!, kenapa menyalahkan mereka, bukankah tanggung jawab itu telah menjadi beban setiap khalifah. Bukankah para lelaki sama biadabnya jika itu terjadi ?

Lelaki               : maafkan saya cut Nyak, tapi kamipun sedang merencanakan perbaikan. Saya akan merancang setiap gadis negeri ini dalam keanggunan busananya.mengenakan rok… dan yah…segalanya. beberapa rancangan telah saya siapkan (MENUNJUKKAN RANCANGANNYA, CUT NYAK BERPALING)kalau itu kurang memuaskan, saya bermaksud mengusulkan agar kita belajar ke berapa negara lain untuk mendirikan syariah di tanah pusaka ini Cut Nyak.

Perempuan    : syariat Islam… menurutmu, apakah kita belum pernah memiliki syariat ?

Lelaki               : tentu saja, Cut Nyak. Hanya saja kita harus membuatnya lebih nyata, Khaffah.

Perempuan    : dengan cara menghujat tubuh perempuan, merajamnya dan menempatkannya dalam posisi rentan terhadap cela ? Hijablah kepala kalian

Lelaki                : itu hanya sebagian kecil saja Cut Nyak…

Perempuan    ; bagian kecil yang mudah, sehingga kalian lebih tertarik untuk membahasnya dari pada hal-hal yang lebih prinsip

Lelaki               : tuduhan itu tidak benar, Cut Nyak.

Perempuan    : pernahkah kalian berfikir, mengapa para gadis menjadi seperti itu ?

Lelaki               : menurut Cut Nyak ?

Perempuan    : kita adalah bangsa yang memiliki islam di sini(MENUNJUK DADANYA)islam adalah nafas kita, semangat yang membuat kita menerjang ribuan desing peluru.islam sejalan dengan kebudayaan kita yang agung. Islam masuk bukan dengan paksaan, dengan damai.mengapa hari ini setiap Islam memburu saudaranya dengan harapan menemukan kebusukan ? menggapa tak ada yang prtanyakan mengapa kebusukan itu hadir.

Lelaki                : cut Nyak…

Perempuan    : pernahkah rasul, mengejar para pelaku khalwat ?

Lelaki                : tidak, tetapi cut nyak, kondisi kita berbeda, … cut Nyak harus paham bahwa…

Perempuan     : bahwa kondisi kita yang menyebabkan demikian. Setiap orang hari ini mengejar harta untuk kesenangan dan jaminan hidup hari esok. kesenjangan meraja lela, adakah yang mengurusi zakat yang harusnya lebih berperan menghilangkan kefakiran ?

Sadarkah kita bahwa, kebiasaan saling menghujat dan senang menemukan orang melakukan maksiat adalah akibat kesenjangan tersebut?

Mengapa Islam menjadi paksaan dan celakanya perempuan mengalami akibat terberat…. Tidak adil, ini tidak adil

Lelaki                : itu keliru cut nyak, tidak hanya perempuan, lelakipun akan mendapatkan hal yang setimpal.

Perempuan     : (TERTAWA)sekilas kamu menyama ratakan perempuan dan lelaki… pandangan yang bagus. Mengapa dalam hal lain lelaki tidak sebaiknya memakai jubah gamis saja seperti perempuan yang harus memakai rok. tentu saja berbeda. Sekali perempuan diketahui berzina, maka seumur hidupnya ternoda, namun lelaki… aku sendiri tidak pernah tahu sesuci apa kamu.

Lihat aku, tidakkah aku anggun ?

Lelaki                 : Cut Nyak, kita tetap harus terpaut pada model zaman sekarang. Maksud saya, bagaimana mungkin, akibat kesenjangan seperti cut nyak katakan tadi. Bisa saja tidak semua mampu membeli pakaian yang seperti cut Nyak kenakan. Dengan rok, mereka dapat membuatnya dan tidak sulit.

Yang terpenting adalah kita hidup di zaman yang berbeda…

Perempuan       : coba lihat aku, apakah aku memakai rok? jika seseorang yang tak mampu membeli rok, maka ia akan telanjang dan langganan korban penegak syariah ?

Lelaki                  : bukan begitu Cut Nyak…

Perempuan       : artinya dia akan jadi korban, iya kan?, .

Lelaki                  : Cut Nyak…

Waniita               : kau membentakku ?

Lelaki                  : cukup, pikiranmu semakin asing Cut Nyak

Perempuan       : bukannya, kalian yang terlalu jauh melampaui apa yang seharusnya

Lelaki                  : cukup… hentikan.

Perempuan       : apa kau akan membunuhku?, nuranimu?

Lelaki                  : bangsa kita adalah banggsa yang bermoral dan taat, aku harus menjaganya agar tetap begitu. Kita harus berkembang…islam harus menonjol di sini…

Perempuan      : Jadi kau fikir aku tidak bermoral?, dengan membiarkan rakyat tetap miskin dan bodoh itu yang kau sebut bermoral? Sementara kalian pelesiran dari uang kita rakyatmu.

Lelaki                  : cukup… hentikan… kau tak mengerti

Perempuan       :  atau kau yang tak mau mendengar nuranimu,  ?

Lelaki                   : diam… kubunuuh kau…pergi..pergi (LAMPU MEREDUP, PEREMPUAN MENHILANG LELAKI TERBANGUN DENGAN NAFAS TERENGAH-ENGAH, MELAMUN. LAMPU FADE OUT)

Lelaki                   : apakah ini adalah jawaban dari kegelisahanku?, bahwa pendidikan dan kesejahteraan rakyat serta menegakkan hak-hak perempuan menjadi utama dibandingkan formalisasi syariat islam.

Mengapa cut nyak berduka, mengapa ia meradang?